Sumber :BBC Siaran Indonesia, Diperbaharui pada: 01 Oktober, 2008 – Published 15:54 GMT
![]() |
|
| Skandal ini telah menyebabkan kemarahan publik di Cina |
Media resmi Partai Komunis, Harian Rakyat, mengatakan Sanlu Group meminta pemerintah kota Shijiazhuang membantu mereka dalam menanggapi laporan media atas kasus itu menjelang pembukaan Olimpiade Beijing.
Namun menurut laporan wartawan BBC Chen Shirong, ada dugaan bahwa hal ini semacam upaya cuci tangan dari pemerintah pusat.
Tampaknya pihak berwenang Cina ingin melepas kesalahan pada pemerintah ibukota Propinsi Shijiazhuang.
Menurut Harian Rakyat, Sanlu Group melaporkan masalah kepada pemerintah kota pada tanggal 2 Agustus.
Perusahaan itu meminta bantuan dalam meningkatkan kendali dan kordinasi dengan media –begitulah laporannya– untuk mencegah laporan negatif berikutnya.
Menurut Harian Rakyat pemerintah kota menyembunyikan masalah itu dari pemerintahan yang lebih tinggi sampai tanggal 9 September.
Saat itu mulai bermunculan laporan-laporan di beberapa tempat tentang bayi-bayi yang dirawat di rumah sakit karena menderita batu ginjal setelah mengkonsumsi susu bubuk yang terkontaminasi.
Kendali atas media ditingkatkan namun seorang wartawan memutuskan untuk memgambil resiko dengan menyebut nama Sanlu Group dalam beritanya.
Bagaimanapun dengan semakin meluasnya skandal ini ke negara-negara lain, yang memberlakukan larangan atas produk susu asal Cina, muncul pertanyaan apakah terungkapnya laporan bahwa pemerintah kota menutup-nutupi masalah itu sebagai upaya dari para pejabat senior di Cina untuk cuci tangan.

Singal
Okt 04, 2008 @ 01:28:36
kita harus makin hati-hati pada produk kemasan,…