<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Haus Buku Library</title>
	<atom:link href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 May 2010 11:26:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hausbukulibrary.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Haus Buku Library</title>
		<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/osd.xml" title="Haus Buku Library" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hausbukulibrary.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>‘The Lonely Poligamist&#8217;  (Poligami Karena Kesepian)</title>
		<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2010/05/22/%e2%80%98the-lonely-poligamist-poligami-karena-kesepian/</link>
		<comments>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2010/05/22/%e2%80%98the-lonely-poligamist-poligami-karena-kesepian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 11:26:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hausbukulibrary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hausbukulibrary.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Book review: &#8216;Brady Udall The Lonely poligami&#8217;, Norton. 602 hlm. $ 26,95 Sumber : Book &#38; Culture, Oleh Brady Udall Dalam novel baru Brady Udall&#8217;s, berani, sering lucu, patriark hanya poligami miskin, orang bodoh dikuasai istri. Golden Richards memiliki empat istri dan 28 anak-anak. Satu-satunya cara dia dapat (kadang-kadang) ingat nama semua anak-anak adalah dengan <a href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/2010/05/22/%e2%80%98the-lonely-poligamist-poligami-karena-kesepian/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=117&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hausbukulibrary.files.wordpress.com/2010/05/ph2010051703698.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-118" title="PH2010051703698" src="http://hausbukulibrary.files.wordpress.com/2010/05/ph2010051703698.jpg?w=198&#038;h=300" alt="" width="198" height="300" /></a>Book review: &#8216;Brady Udall The Lonely poligami&#8217;, Norton. 602 hlm. $ 26,95 Sumber : Book &amp; Culture,</p>
<p>Oleh Brady Udall</p>
<p>Dalam novel baru Brady Udall&#8217;s, berani, sering lucu, patriark hanya poligami miskin, orang bodoh dikuasai istri. Golden Richards memiliki empat istri dan 28 anak-anak. Satu-satunya cara dia dapat (kadang-kadang) ingat nama semua anak-anak adalah dengan menyanyikan sebuah daftar di bawah napasnya untuk lagu &#8220;The Old Gray Mare.&#8221; istri-Nya adalah mudah untuk tetap lurus. Kaku, represif Beverly, Ibu No 1, aturan lebih dari 10 anak-anak di Gedung Lama, peletakan hukum tentang &#8220;Prinsip hidup&#8221; dengan kepastian bahwa Golden menemukan baik mengintimidasi dan iri. Dia berjalan ke merek fundamentalis dilarang dari Mormonisme di 19, ketika ayahnya lama absen Golden dipanggil ke Utah untuk berbagi kekayaan dari pemogokan uranium dan ketenangan iman barunya. Beverly adalah menjadi istri pertama jamak ayah, sampai ia menderita kanker didiagnosis dan diwariskan ke anaknya. Selamanya membutuhkan &#8220;seseorang untuk menjelaskan kepadanya apa yang harus dilakukan,&#8221; memenuhi Golden, dan Beverly telah berjalan sejak hidupnya. <span id="more-117"></span></p>
<p>Tapi meskipun ia memilih mereka, para istri lain gagal untuk meniru gaya hidup orang benar Beverly. Ibu No 2 dan No 3 berbagi Rumah Besar dengan 17 anak-anak di luar kendali. Nola Down-to-bumi ini tenang oleh kekacauan itu, menyusut dia, penurut &#8220;saudari-istri&#8221; (dan adik aktual) Rose mengungsi di novel roman dan sesekali nervous breakdown. Jauh lebih muda Ibu No 4, Trish, memiliki rumah sendiri dan seorang anak tunggal, tapi dia kesepian dan putus asa untuk seks. Golden terus hilang malam ditunjuk dengan dia &#8211; dijadwalkan oleh istri, tentu saja &#8211; dan ketika dia mendapatkan dirinya sendiri, biasanya dia tertidur.</p>
<p>tumpul Udall&#8217;s, cat potret berempati dengan poligami sebagai terkepung dan bingung Everyman. Emas tidak dapat menjaga tiga rumah tangga dari berperang dengan satu sama lain, apalagi membuat penghuninya bahagia. Dia ditekan oleh mentornya di gereja untuk mengambil istri kelima dia tidak mau dan tidak mampu. bisnis konstruksi Nya goyah dalam lesu ekonomi akhir 1970-an, dan rasul sesama hanya akan berpikir buruk tentang dirinya jika mereka belajar sifat sebenarnya dari pekerjaannya yang sekarang: membangun tambahan 200 mil jauhnya bordil di Nevada.<br />
ad_icon</p>
<p>Di sana, Golden jatuh cinta dengan Huila, istri bullying pussycat&#8217;s Manor, pemilik pemarah. Dalam kehidupan yang diatur oleh tanggung jawab yang luar biasa bahwa Golden disepakati bukan dicari, &#8220;adalah Huila berbeda hanya karena dia &#8211; dia &#8211; telah memilih dia.&#8221; The mempercepat narasi santai, dan nada gelap, setelah pemilik bordil menemukan perselingkuhan istrinya dan mengirimkan goons ke Utah untuk mengancam Golden keluarga.</p>
<p>Menceritakan sebuah kisah yang selalu unsettles harapan kami, whipsaws Udall antara suasana hati dan roves antara sudut pandang. Sebuah kilas balik ke hari pernikahan Golden dan Beverly telah mereka piknik di setelah tes bom atom-yang telah berlangsung jatuhan radioaktif konsekuensi bagi keluarga Richards. Memori dari seorang putri tercinta lumpuh oleh menghantui cerebral palsy Golden, tapi bab-bab menyampaikan sudut pandangnya umumnya komik, menekankan kesalahan manusia dari seseorang yang seharusnya menjadi pemimpin ilahi ditahbiskan. Sementara itu, pengamatan Trish menggambarkan perebutan kekuasaan di antara istri-istri yang akan familiar untuk pemirsa menunjukkan HBO &#8220;Big Love.&#8221;</p>
<p>Novel yang paling sedih bagian pusat pada bingung, Rusty rentan, &#8220;The Terrorist Keluarga&#8221; dan satu-satunya keturunan Golden diberi suara individu. Seperti yang ditunjukkan pada novel pertamanya, &#8220;Keajaiban Kehidupan Edgar Mint,&#8221; unggul Udall di masuk ke dalam kepala seorang anak tidak bahagia. Rusty dampak menyakitkan memilukan monolog interior sorotan poligami di anak-anak.</p>
<p>Beberapa kritikus menggambarkan Udall sebagai pengganti kontemporer ke humoris hitam tahun 1960-an, dan itu bisa dilihat sebagai lelucon sakit memiliki keinginan Rusty untuk perhatian pribadi dipenuhi dengan memelihara cedera mengerikan. Namun adegan penutup beresonansi dengan kelembutan yang luar biasa, bahkan sebagai penulis terus mengambil risiko besar. Dia mengundang kita untuk bersuka ria sebagai Golden menegaskan otoritas patriarkal, dan Trish menegaskan kembali komitmen untuk &#8220;kehidupan penuh ia memilih.. Menurut definisi sangat nya,. Dibagi dan berbagi dan berbagi lagi.&#8221; Untuk akhir yang bahagia, Udall memberi kita &#8211; apa lagi? &#8211; Upacara pernikahan poligami. Ini berani dan menakutkan, dan ia akan bekerja untuk pembaca bersedia mempertimbangkan kemungkinan bahwa tokoh-tokohnya yang menegaskan suatu kredo banding universal: &#8220;bahwa cinta ada komoditas yang terbatas.&#8221;</p>
<p>Smith adalah seorang kontributor sering ke Buku Dunia</p>
<br />Filed under: <a href='http://hausbukulibrary.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hausbukulibrary.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hausbukulibrary.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hausbukulibrary.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hausbukulibrary.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hausbukulibrary.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hausbukulibrary.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hausbukulibrary.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hausbukulibrary.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hausbukulibrary.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hausbukulibrary.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hausbukulibrary.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hausbukulibrary.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hausbukulibrary.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hausbukulibrary.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=117&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2010/05/22/%e2%80%98the-lonely-poligamist-poligami-karena-kesepian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hausbukulibrary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hausbukulibrary.files.wordpress.com/2010/05/ph2010051703698.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">PH2010051703698</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islamis Somalia larang buku PBB</title>
		<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2009/09/21/islamis-somalia-larang-buku-pbb/</link>
		<comments>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2009/09/21/islamis-somalia-larang-buku-pbb/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 08:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hausbukulibrary</dc:creator>
				<category><![CDATA[BBC Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hausbukulibrary.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : BBC Siaran Indonesia via Email Berlangganan,19/09/2009 Banyak sekolah masih beroperasi walau terjadi peperangan. Kelompok Islamis al Shahab di Somalia melarang penggunaan buku sekolah yang tidak Islami dari PBB. Sheikh Ali Mohamud Rage yang menjadi juru bicara al Shahabmenyeru kepada warga Somali untuk tidak mengirim anak mereka ke sekolah-sekolah yang menggunakan buku tersebut. Wartawan <a href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/2009/09/21/islamis-somalia-larang-buku-pbb/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=115&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber : BBC Siaran Indonesia via Email Berlangganan,19/09/2009</p>
<p><!-- end_title --></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="203" align="right">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" border="0" alt="" width="5" height="1" /></td>
<td>
<div><img src="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/46409000/jpg/_46409636_school226afp.jpg" alt="mogadishu" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Banyak sekolah masih beroperasi walau terjadi peperangan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!-- st_story --></p>
<div><strong>Kelompok Islamis al Shahab di Somalia melarang penggunaan buku sekolah yang tidak Islami dari PBB.</strong></div>
<p>Sheikh Ali Mohamud Rage yang menjadi juru bicara al Shahabmenyeru kepada warga Somali untuk tidak mengirim anak mereka ke                   sekolah-sekolah yang menggunakan buku tersebut.</p>
<p>Wartawan BBC di Mogadishu mengatakan walau perang terjadi di negara itu, banyak sekolah masih berjalan dan kebanyakan menggunakan buku PBB.</p>
<p><!-- end_story -->Kelompok-kelompok Islamis beraliran ekstrim menguasai sebagian wilayah Somalia selatan.</p>
<p>Wilayah pemerintah Somalia yang didukung PBB hanya berkisar di sebagian Mogadishu.</p>
<p>&#8221;Beberapa badan PBB seperti Unesco menyebar buku pelajaran kesekolah-sekolah dan mengajarkan berbagai hal yang tidak Islami,&#8221;                   kata Rage disebuah acara wisuda sekolah studi al Quran, demikian lapor kantor berita Reuters.</p>
<p>&#8221;Saya meminta semua orang tua Somalia untuk tidak mengirim anak mereka ke sekolah dengan kurikulum dukungan PBB.&#8221;</p>
<p>Wartawan BBC, Mohammed Olad Hassan, di Mogadishu menggarisbawahi bahwa belum jelas apakah para pemimpin al-Shabab menyetujui                   pandangan Rage tersebut.</p>
<p>Dikatakan bahwa banyak sekolah menggunakan buku pelajaran dari Arab Saudi.</p>
<p>Al Shahab berulang kali dituduh mempunyai hubungan dengan Al Qaida.</p>
<p>Pada hari Kamis mereka melakukan pemboman bunuh diri yang menewaskan 17 anggota pasukan perdamaian Uni Afrika di Mogadishu.</p>
<p>Somalia sudah tidak mempunyai pemerintahan nasional efektif sejak tahun 1991.</p>
<p>Perang selama bertahun-tahun dan anarki membuat tiga juta orang, atau separuh dari populasi, memerlukan bantuan pangan</p>
<br />Posted in BBC Indonesia, Islam  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hausbukulibrary.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hausbukulibrary.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hausbukulibrary.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hausbukulibrary.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hausbukulibrary.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hausbukulibrary.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hausbukulibrary.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hausbukulibrary.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hausbukulibrary.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hausbukulibrary.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hausbukulibrary.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hausbukulibrary.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hausbukulibrary.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hausbukulibrary.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=115&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2009/09/21/islamis-somalia-larang-buku-pbb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hausbukulibrary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/46409000/jpg/_46409636_school226afp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mogadishu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Juta Lebih Orang Indonesia Buta Aksara</title>
		<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/10-juta-lebih-orang-indonesia-buta-aksara/</link>
		<comments>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/10-juta-lebih-orang-indonesia-buta-aksara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 04:10:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hausbukulibrary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hausbukulibrary.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Departemen Pendidikan Nasional memperkirakan lebih dari 10 juta warga Indonesia tak bisa membaca. Penduduk buta aksara terbanyak berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara. &#8220;Jumlah itu setara dengan 6,21 persen penduduk,&#8221; kata Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal <a href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/10-juta-lebih-orang-indonesia-buta-aksara/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=113&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">JAKARTA &#8211; Departemen Pendidikan Nasional memperkirakan lebih dari 10 juta warga Indonesia tak bisa membaca. Penduduk buta aksara terbanyak berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara.<br />
&#8220;Jumlah itu setara dengan 6,21 persen penduduk,&#8221; kata Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Departemen Pendidikan Nasional Hamid Muhammad dalam jumpa pers &#8220;Hari Aksara Internasional&#8221; di Jakarta kemarin.<br />
Angka itu, kata Hamid, turun dibanding akhir 2007, yang mencapai 11,8 juta atau 7,3 persen. &#8220;Pemerintah optimistis bisa turun hingga 5 persen pada akhir 2009,&#8221; kata dia.<br />
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka buta aksara menurun sejak tahun 2000. Dari 205,6 juta penduduk saat itu, 18,18 juta atau 9,6 persen di antaranya buta aksara. Pada 2003, jumlahnya turun menjadi 15,41 juta atau 7,4 persen dari 213,6 juta jumlah penduduk. <span id="more-113"></span><br />
Adapun pada 2005 jumlah penduduk buta aksara menurun hingga menjadi 14,89 juta atau 6,59 persen dari 215,2 juta penduduk. Data tahun 2006 menunjukkan jumlah penduduk buta aksara menurun ke angka 12,88 juta atau 8,07 persen dari 218,7 juta penduduk.<br />
Menurut Direktur Pendidikan Masyarakat Ella Yulaelawati, warga buta aksara selalu ada karena penduduk kebanyakan lanjut usia dan tinggal di daerah terpencil. Mereka sulit dijangkau keberadaannya. &#8220;Kacamata baca mutlak diperlukan untuk buta aksara lanjut usia,&#8221; katanya.<br />
Dari jumlah buta aksara itu, dua per tiganya adalah perempuan. Guna mengatasinya, kata Ella, pemerintah mengikutkan mahasiswa dalam program pendidikan bagi kaum buta aksara. &#8220;Mahasiswa punya kekuatan dua kali lebih besar daripada tutor,&#8221; kata dia.<br />
Cara lain, kata Ella, memberikan hadiah atau penghargaan kepada daerah dengan penuntasan buta aksara terbaik. Tahun ini, kata dia, ada 3 provinsi, 8 kota, dan 39 kabupaten mendapat penghargaan dalam Peringatan Hari Aksara Internasional ke-43 di Bali. REH ATEMALEM SUSANTI<br />
<a href="http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/09/05/Nasional/krn.20080905.141581.id.html" target="_blank">http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2008/09/05/Nasional/krn.20080905.141581.id.html</a></p>
<p><a href="mailto:wahyudibaca%40gmail.com" target="_blank">wahyudibaca@gmail.com</a><br />
<a href="http://groups.yahoo.com/group/santrikiri" target="_blank">http://groups.yahoo.com/group/santrikiri</a></p>
<p>Get your preferred Email name!</p>
<br />Posted in Buku, Membaca, Uncategorized Tagged: Berita <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hausbukulibrary.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hausbukulibrary.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hausbukulibrary.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hausbukulibrary.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hausbukulibrary.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hausbukulibrary.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hausbukulibrary.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hausbukulibrary.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hausbukulibrary.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hausbukulibrary.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hausbukulibrary.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hausbukulibrary.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hausbukulibrary.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hausbukulibrary.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=113&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/10-juta-lebih-orang-indonesia-buta-aksara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hausbukulibrary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mencapai Puncak Tujuan Membaca</title>
		<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/cara-mencapai-puncak-tujuan-membaca/</link>
		<comments>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/cara-mencapai-puncak-tujuan-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 03:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hausbukulibrary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Haus Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hausbukulibrary.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[TIMBANGAN BUKU Sumber : Harian Kompas,  2007 Oleh ONI SURYAMAN Membaca adalah symbol sebuah peradaban. Ia membedakan peradaban maju dengan primitive, antara Negara maju dan Negara berkembang. Melihat begitu pentingnya membaca, ia pun dijadikan salah satu indeks bagi pembangunan manusia, yang sering dijadikan ukuran keberhasilan pembangunan sebuah Negara. Membaca memiliki tiga fungsi. Pertama, memberikan informasi, <a href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/cara-mencapai-puncak-tujuan-membaca/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=111&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">TIMBANGAN BUKU Sumber : Harian Kompas,  2007</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Oleh ONI SURYAMAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Membaca adalah symbol sebuah peradaban. Ia membedakan peradaban maju dengan primitive, antara Negara maju dan Negara berkembang. Melihat begitu pentingnya membaca, ia pun dijadikan salah satu indeks bagi pembangunan manusia, yang sering dijadikan ukuran keberhasilan pembangunan sebuah Negara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Membaca memiliki tiga fungsi. Pertama, memberikan informasi, misalnya dengan membaca Koran dan majalah. Yang kedua, memberikan hiburan, misalnya dengan membaca novel. Yang ketiga, yang paling penting tetapi sekaligus paling sulit, memberikan pengertian. Sebuah buku bisa saja memberikan pengertian sekaligus menghibur dan memberikan informasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Modernisasi telah menawarkan substitusi bagi kegiatan membaca, dengan lahirnya media audio-visual. Kehadiran audio-visual membuat informasi menjadi lebih “nyata” ketimbang membaca, tetapi di lain pihak mengurangi bahkan meniadakan daya cerna pemirsa. Sesuatu yang mutlak dibutuhkan dalam membaca untuk mencari pengertian. </span><span id="more-111"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Dalam keadaan seperti inilah buku ini hadir, mengingatkan kita akan pentingnya membaca untuk mencari pengertian dan mengajari kita bagaimana melakukannya. Membaca seperti inilah yang menjadi tonggak peradaban.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Pendidikan seumur hidup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Membaca mendapatkan pengertian adalah pendidikan seumur hidup secara intelektual. Sekolah semestinya mengajarkan hal ini secara berjenjang. Dengan demikian, setelah lulus dari sekolah lanjutan, seseorang sudah bisa menikmati dan memahami hamper semua bacaan, dan menjadi pembelajar seumur hidup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Namun kenyataannya jauh panggang dari api. Banyak mahasiswa yang masih kesulitan membaca di level ini, bahkan sarjana pun masih banyak yang kedodoran. Akibatnya mereka berhenti belajar, begitu selesai dari sekolah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Manfaat sesungguhnya dari membaca pun disia-siakan, menjadi sekadar untuk membaca buku teks, Koran, bukan untuk membaca buku. Ini terbukti dari angka penjualan buku non-fiksi, khususnya sains, baik ilmu alam maupun ilmu social, yang masih rendah. Hal ini tidak berimbang dengan oplah surat kabar, majalah, dan buku fiksi yang jauh lebih tinggi. Inilah bukti bahwa orang baru bisa menikmati bacaan untuk informasi dan hiburan, belum untuk menemukan pengertian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Tahapan Membaca</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Buku ini menjelaskan cara meningkatkan kemampuan membaca secara berjenjang: membaca dasar, inspeksional, analitis, dan sintopikal (tematis), dan juga sejumlah tes sesuai jenjang itu. Tahapan-tahapan ini harus dijalani secara beruntun karena tidak mungkin untuk maju ke tahap berikut tanpa menguasai tahapan sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Tingkat yang pertama adalah membaca dasar, yang semua kita sudah kuasai, yaitu mengeja, membaca kata dan kalimat menerjemahkan symbol menjadi sebuah bunyi yang bermakna. Membaca tingkat ini semestinya dikuasai seseorang sesudah menamatkan sekolah dasar. Ini ditandai dengan kemampuan membaca yang lancer tanpa patah-patah, dan kemampuan membaca di dalam hati <em>(silint reading).</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Bagian berikutnya adalah membaca inspeksional. Sekilas membaca inspeksional dapat disamakan dengan membaca cepat. Namun, bukan itu yang dimaksud buku ini. Membaca inspeksional adalah membaca sekilas, atau selayang pandang, secara sistematis sambil mengajukan pertanyaan kepada teks yang kit abaca dan berusaha menjawabnya selagi kita membaca.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Ada</span><span lang="EN-US"> dua manfaat yang bisa didapat dari membaca sekilas ini. Yang pertama, untuk menentukan apakah buku itu layak atau tidak untuk kit abaca secara lebih mendalam. Dalam contoh praktisnya adalah untuk menentukan apakah buku itu layak kita beli atau pinjam. Yang kedua adalah mendapatkan ide dasar dari buku tersebut, tanpa harus mendalami detailnya. Ini sangat membantu jika nantinya kita mau mendalami buku ini lebih lanjut, atau kalau kita sekadar ingin tahu garis besar buku tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Dalam level ini juga kita belajar bagaimana membuat catatan kaki, coretan-coretan, yang nantinya akan membantu kalau ingin membaca buku tersebut secara lebih mendalam. Beberapa tips menarik diberikan untuk membantu memilih bahan bacaan yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Orang sering terjebak pada level ini, yaitu membaca cepat, karena menganggap inilah level pencapaian tertinggi dalam membaca. Adler menunjukkan bahwa membaca buku seharusnya dengan kecepatan yang sesuai. Buku atau bagian bacaan yang seharusnya dibaca dengan cepat jika kit abaca dengan perlahan akan menghabiskan waktu dengan percuma. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Berikutnya adalah membaca analitis. Inilah membaca dalam arti sesungguhnya. Dalam tahap ini kita “mengunyah dan mencerna” bacaan, menjadikannya bagian dari diri kita. Keterampilan tahap ini seharusnya dimiliki para lulusan SMA dan atau S1. Ia bisa menyarikan, memaparkan kembali, maupun mengkritik sebuah bacaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Teknik membaca analitis menduduki porsi terbanyak di dalam buku ini karena pada tahapan inilah membaca menjadi aktivitas yang komprehensif, melibatkan semua upaya pikiran, dalam mendalamibacaan. Memang, membaca pada level ini akan melelahkan, tetapi hasil yang diperoleh sungguh sebanding dengan upaya yang dicurahkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Dan terkahir adalah membaca sintopikal, membaca beberapa buku dalam tema yang sama, membandingkan, menganalisis, menyintesis, mereka menjadi sebuah ide yang baru. Kemampuan ini semestinya dimiliki seorang sarjana karena menulis skripsi berdasarkan studi kepustakaan sangat memerlukan keterampilan membaca level ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Puncaknya, Adler mengajak pembaca untuk terus menerus meningkatkan kemampuan membaca mereka dengan merekomendasikan sejumlah judul buku yang “layak” dibaca, dan memaparkan manfaat membaca bagi pertumbuhan otak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Pendidikan “liberal arts”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Sesungguhnya Adler menyusun buku ini di dalam kerangka pendidikan <em>liberal arts</em> yang tidak lagi menjadi warna utama dalam pendidikan, seperti pada beberapa abad lampau. Ini adalah pendidikan generalis, yaitu menguasai kecakapan intelektual dasar agar dapat memahami dan mendalamisenua bidang ilmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Pada abad pertengahan seorang sarjana atau baccalaureate menguasai tiga kemampuan <em>liberal arts</em> yang disebut trivium, yaitu gramatika, logika dan retorika, dan empat kemampuan berikutnya yang disebut quadrivium, yaitu aritmatika, musik, geometri, dan astronomi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Pendidikan saat itu belum menjadi spesialis seperti sekarang. Spesialisai memberikan kemajuan cepat yang bisa kita nikmati, tetapi juga membuat kita kehilangan kemanusiaan, yang bisa dicapai dengan menjadi seorang generalis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Adler adalah pembelajar mandiri. Ia menjalani pendidikan klasik secara otodidak, setelah <em>drop-out</em> dari sekolah menengah. Ia kuliah di Universitas Columbia sampai akhirnya dianugerahi gelar doctor filsafat, lalu mengajar filsafat di Universitas Chicago. Bersama dengan Robert M Hutchins mereka menjadi pilar <em>liberal arts</em> modern. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Mereka membuat proyek Great Books of Western Civilizations yang merangkum karya-karya litertur, sains, social sains dan filsafat yang paling berpengaruh dalam peradaban Barat, serta mengompilasinya sehingga bisa diakses oleh pembaca awam. Sesudah membacanya, seseorang diharapkan terlibat dalam Great Conversation, urun rembuk dalam perkembangan peradaban dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Buku ini adalah gerbang studi mandiri seumur hidup bagi siapa pun yang ingin mendalami bidang apa saja: sastra, filsafat, sejarah, ilmu alam, ilmu social, matematika, dan lain-lain. Studi seperti ini bisa dijalani oleh siapa saja, yang berniat dan mau berusaha. Darisinilah diharapkan muncul kelas menengah terdidik, yang menjadi pilar dari sebuah Negara demokrasi yang kokoh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Mungkin, itulah sebabnya Jaques Barzun, seorang budayawan, ilmuan dan pendidik besar Amerika menyebut buku ini “wajib dibaca bagi aiapa pun yang peduli masa depan budaya bangsanya”. Gus Dur menyebut buku ini “sebuah contoh terbaik karya kreatif… yang memampukan kita memahami masalah secara berimbang”. ONI SURYAMA, <em>Cak Tarno Institut</em><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
<br />Posted in Buku, Membaca Tagged: Haus Buku <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hausbukulibrary.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hausbukulibrary.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hausbukulibrary.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hausbukulibrary.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hausbukulibrary.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hausbukulibrary.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hausbukulibrary.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hausbukulibrary.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hausbukulibrary.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hausbukulibrary.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hausbukulibrary.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hausbukulibrary.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hausbukulibrary.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hausbukulibrary.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=111&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/cara-mencapai-puncak-tujuan-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hausbukulibrary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daya Dukung Rakyat Kecil, Perlu Itu</title>
		<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/daya-dukung-rakyat-kecil-perlu-itu/</link>
		<comments>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/daya-dukung-rakyat-kecil-perlu-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 03:43:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hausbukulibrary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aminuddin Siregar]]></category>
		<category><![CDATA[Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat Kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hausbukulibrary.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Aminuddin Siregar Sudah umum diketahui kalau ketidakberdayaan rakyat kecil lebih besar ketimbang daya saing yang mereka miliki, baik dalam bidang kehidupan ekonomi, maupun dalam bidang politik. Rakyat kecil sebenarnya bukan rakyat sebagian kecil, melainkan rakyat sebagian besar yang memiliki penghasilan perkapita relatif kecil dibanding penghasilan perkapita sekelompok orang yang punya penghasilan relatif lebih besar <a href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/daya-dukung-rakyat-kecil-perlu-itu/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=109&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Oleh Aminuddin Siregar<br />
Sudah umum diketahui kalau ketidakberdayaan rakyat kecil lebih besar ketimbang daya saing yang mereka miliki, baik dalam bidang kehidupan ekonomi, maupun dalam bidang politik. Rakyat kecil sebenarnya bukan<br />
rakyat sebagian kecil, melainkan rakyat sebagian besar yang memiliki penghasilan perkapita relatif kecil dibanding penghasilan perkapita sekelompok orang yang punya penghasilan relatif lebih besar dari lainnya.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Rakyat kecil, tersebar dihampir semua pelosok tanah air. Mereka juga tidak saja bermukim di perkotaan, tetapi juga dipedesaan yang masa depannya teramat suram. Kalau kita amata dengan saksama, maka yang<br />
kita rasakan ialah betapa mendungnya kehidupan mereka sehari-hari. Tapi siapa peduli dan siapa yang menganggap mereka itu sangat perlu adanya. Bahwa mereka itu adalah saudara-saudara kita, baik yang ada di<br />
desa-desa maupun yang ada di kota-kota, yang perlu mendapat perhatian serius.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Rakyat kecil seperti juga kita ketahui, adalah kelompok masyarakat miskin. Kini jumlahnya amatlah tidak sedikit, laporan Biro Pusat Statistik, dipenghujung tahun lalu, mengindikasikan suatu kenyataan dan membuktikan bahwa jumlah penduduk miskin Indonesia meningkat tajam. Bukan saja lantaran sempitnya lapangan kerja, melaikan juga<br />
karena mereka tidak berdaya melawan kompleksitas yang mengungkungi kehidupan mereka sehari-hari.</span><span id="more-109"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Mereka serba kewalahan menghadapi pergulatan mencari sesuap nasi, hari-kehari, waktu demi waktu,<br />
bertahan hingga semua rasa sedih, lelah dan penat tidak dapat dirasakan lagi, telah berbaur menjadi satu.<br />
Benar belaka, bahwa kemiskinan bukan masalah baru bagi kita semua, melainkan masalah lama yang sukar ditanggulangi. Problem ini menjadi problem serius bagi pemerintah dan lingkungan legislatif. Hingga hai-<br />
hari belakangan ini persoalan kemiskinan menjadi semakin amat sangat ruwet. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Sebagian orang berpendapat bahwa mereka sendiri yang mesti mengatasi kesulitan mereka. Sebagian lagi mengatakan, bahwa mereka mesti dikeluarkan dari kompleksitas keseharian yang mengungkungi<br />
mereka. Namun acap kali ketika ditemukan solusinya, disaat bersamaan bingung bagaimana cara melakukannya. Sehingga sebaik apa pun saja upaya yang dilakukan selalu menimbulkan efek dan mempunyai dampak dan<br />
resiko-resiko.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Ketika dilakukan pendekatan, tidak seorang pun mau dikatakan miskin dan ketika dianggap sebagai orang miskin, disaat bersamaan dibantah keras dan memandang hal itu sebagai penghinaan terhadap harkat kemanusiaan dan ketidakberdayaan mereka. Orang desa tidak mau diberi label sebagai penyandang kemiskinan. Meskipun mungkin, ada juga yang secara sukarela dan tulus mengakui bahwa seseorang itu memang tergolong miskin. Sehingga persoalan kemiskinan menjadi dilematis dan dianggap sebagai hal yang krusial.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Menurut hemat banyak orang, tidak saja pendapat orang awam, tetapi juga para ahli, pengamat dan sejumlah pemerhati tentang kemiskinan, yang mesti memulainya ialah pihak pemerintah dan para wakil rakyat<br />
yang ada dilembaga legislatif.Tapi apa mungkin para wakil rakyat kita yang ada dilembaga terhormat itu, mau menerjunkan diri bersama-sama dengan kalangan birokrasi, memainkan peran partisipatifnya ? Sementara<br />
penderitaan mereka semakin menumpuk-numpuk.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> RAKYAT DESA<br />
Rakyat desa memang jarang mendapat perhatian serius, apalagi kalau kita menoleh ke waktu-waktu yang lalu, dan melihat keterpurukan yang sama-sama kita rasakan. Ketika subsidi bantuan langsung digulirkan<br />
pemerintah, nampak semacam kegembiraan yang dapat mengobati luka nestapa kemiskinan. Namun, menjadi amat kontras ketika secara diam- diam, ada saja orang-orang tega berdiri di atas tulang-belulang</span><span style="font-family:Arial;"> kemiskinan itu sendiri.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Ada saja yang menikmati ketidakberdayaan rakyat kecil. Memanfaatkan baju kemiskinan itu untuk berbagai label kepentingan orang per orang. Atau mungkin kepentingan kolektif kelompok tertentu mengatasnamakan<br />
kemiskinan untuk kepentingan kelompoknya. Maka lengkaplah sudah wajah runyam kemiskinan yang kian membelit orang-orang yang tak berdaya.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Sebenarnya, meskipun ketidakberdayaan rakyat kecil jarang mendapat perhatian, tetapi kehadiran mereka perlu dalam panggung kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Daya dukung mereka memberi arti dalam sebuah proses, apakah itu namanya pemerintahan, perpolitikan, kehidupan sosial budaya dan seterusnya. Andil mereka ini acap kali terabaikan dan dianggap sebagai angin berhembus mengipas kegerahan atas reaksi yang muncul dari masyarakat. Jadi tidak ada alasan bagi siapa pun saja untuk tidak memberi perhatian terhadap<br />
anggota masyarakat miskin alias rakyat kecil pada umumnya.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Walaupun rakyat kecil tidak punya daya saing, dan sering terpinggirkan atau mungkin tidak masuk dalam agenda prioritas kerja birokrasi dan hitungan legislatif, tetapi kita jangan lupa bahwa mereka itu punya daya dukung yang sangat kuat terhadap apa pun saja yang menjadi kebijakan pemerintah. Termasuk terhadap kelompok kepentingan politik.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Namun sayang wujud kepedulian terhadap mereka seringkali membawa akibat terhadap upaya meningkatkan daya dukung mereka, termasuk meningkatkan daya saing mereka dalam mengharungi kehidupan sehari-hari. Kalau saja setiap manusia baik sebagai individu maupun kelompok dapat melakukan empati, maka akan nampak di dalamnya kesungguhan hati.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Dengan kata lain harkat dan martabat kemanusiaan mereka mesti diposisikan dalam kapasitas kemanusiaaan, yang patut mendapat perhatian serius. Maksudnya, untuk mengangkat harkat dan martabat kesejahteraan mereka. Ketika lingkungan birokrasi dan lingkungan legislatif, baik pusat maupun daerah, tidak memainkan gaya partisipatifnya sekaligus memahami sifat kemiskinan rakyat, &#8211;yang nota bene, petani penggarap, pedagang kecil, tukang becak, para sopir, buruh dan seterusnya&#8211; ketika itu pula upaya menanggulangi kemiskinan sulit memastikan titik awal strategis memahami pola kemiskinan, khususnya dipedesaan.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Dengan demikian, hendaklah dikatakan bahwa, manfaat pembangunan apapun yang dibuat, mestilah lebih banyak dinikmati hasil-hasilnya oleh kelompok terbesar warga masyarakat miskin. Sauangnya, seolah-olah persoalan ini dianggap membebani. Sehingga banyak orang seringkali terperangkap dalam persepsi pola pikir yang diarahkan pada mereka yang ditimpa kemiskinan, secara tidak memihak kepada rakyat kecil. Bahwa mereka dianggap bisa dengan sendirinya keluar dari himpitan dan lubang besat kemiskinan yang kini kembali muncul dihadapan semua kita.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> PEDULI RAKYAT KECIL<br />
Jelas, kita tidak bisa begitu saja melupakan atau tidak peduli akan daya dukung rakyat kecil. Sebab sumbangsih mereka dan kecintaan mereka kepada negari ini sangat besar. Itu sebabnya antara lain mengapa misalnya Gus Dur, sangat marah ketika menjabat sebagai Presiden, mendengar ada perlakuan tidak adil terhadap rakyat kecil. Memang sulit membikin keadaan menjadi lebih baik, bilamana gaya partisipatif kalangan birokrasi dan legislatif tidak dirasakan oleh rakyat pada umumnya. Tidak mengherankan kalau banyak orang melihat dan mencermati adanya kegagalan birokrasi dan legislatif, dalam memainkan peran partisipatifnya.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Adalah benar belaka ketika penanggulangan kemiskinan yang dilakukan melalui bantuan langsung yang dibagi-bagikan kepada rakyat kecil, merupakan langkah positif dan sebagai awal yang dapat mengurangi beban<br />
mereka baik secara psikologis maupun secara ekonomis. Keadaan ini mestilah dilihat sebagai pilihan tepat dan upaya sadar membantu rakyat miskin keluar dari kemelut hidup yang dihadapi warga dan rakyat<br />
miskin. Baik diperkotaan maupun dipedesaan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Namun harus juga kita lihat sisi terburuk dari bantuan langsung, seperti sama-sama kita saksikan. Ternyata telah menimbulkan persoalan baru. Baik yang menyngkut data maupun yang berkaitan langsung dengan kenyataan yang dihadapi oleh petugas lapangan. Kalaupun ada yang mengalami perubahan nasib mungkin hanya segelintir orang saja yang memanfaatkan bantuan langsung itu untuk menolong dan mengangkat harkat dan martabat kesejahteraan masing-masing individu.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Dalam semua konteks diatas, maka agak sulit bagi kita memastikan, apakah problem ini tidak memengaruhi kondisi warga desa. Jika memengaruhi, maka yang terlihat ialah lubang besar kesengsaraan yang kian menganga. Bila tidak memmengaruhi, maka yang terlihat tetaplah kesenjangan. Rakyat kecil dan orang-orang miskin tertindas, terus<br />
meratap, menjerit. Tantangan ini merupakan hal yang mesti diharungi oleh pemerintah dan legislatif, agar manfaat penanggulangan yang dilakukan tercurah sepenuhnya untuk kepentingan mengangkat kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat miskin.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> Upaya itu mestilah sejauh dan sedalam mungkin memperjuangkan nasib rakyat kecil, hingga mereka tidak lagi merasakan tekanan kemiskinan. Dengan kata lain terbebas dari belitan kemiskinan, keluar dari lubang<br />
yang menganga lebar, terhindar dari himpitan hidup. Setidaknya jumlah orang miskin berkurang dari waktu kewaktu dan kembali pada kehidupan wajar, normal dan yang terpenting sejahtera, artinya berada di atas garis kemiskinan, bukan di bawah garis kemiskinan. Mungkinkah ?</p>
<p>Penulis adalah Staf Pengajar Pusdiklat Depdagri Regional Bukittinggi</span></p>
<br />Posted in Aminuddin Siregar, Lokal, Nasional, Politik Tagged: Rakyat Kecil <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hausbukulibrary.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hausbukulibrary.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hausbukulibrary.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hausbukulibrary.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hausbukulibrary.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hausbukulibrary.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hausbukulibrary.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hausbukulibrary.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hausbukulibrary.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hausbukulibrary.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hausbukulibrary.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hausbukulibrary.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hausbukulibrary.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hausbukulibrary.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=109&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/daya-dukung-rakyat-kecil-perlu-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hausbukulibrary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obligasi tahun 1948 dilelang</title>
		<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/obligasi-tahun-1948-dilelang/</link>
		<comments>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/obligasi-tahun-1948-dilelang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 03:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hausbukulibrary</dc:creator>
				<category><![CDATA[BBC Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Word News]]></category>
		<category><![CDATA[Obligasi 1948]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hausbukulibrary.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : BBC Siaran Indonesia, Diperbaharui pada: 02 Oktober, 2008 &#8211; Published 11:35 GMT Penjualan dilakukan lewat lelang di London Surat oblitasi bernilai 1 juta poundsterling berhasil dilelang dengan harga £78.300, dua kali harga perkiraan semula. Lelang dilakukan di kota London. Surat obligasi, dengan nomor 000008, diterbitkan setelah Perang Dunia Ke II sejalan dengan paket <a href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/obligasi-tahun-1948-dilelang/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=107&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber : BBC Siaran Indonesia<span class="lastupdated">, Diperbaharui pada: </span>02 Oktober, 2008 &#8211; Published 11:35 GMT <!-- end_title --></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="208" align="right">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" border="0" alt="" width="5" height="1" /></td>
<td>
<div><img src="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/10/20081002111533_45067947_-203.jpg" alt="Uang kertas 1 Juta Poundsterling" width="203" height="152" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="caption">Penjualan dilakukan lewat lelang di London</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!-- st_story --></p>
<div class="storytext"><strong>Surat oblitasi bernilai 1 juta poundsterling berhasil dilelang dengan harga £78.300, dua kali harga perkiraan semula. </strong></div>
<p class="storytext">Lelang dilakukan di kota London.</p>
<p class="storytext">Surat obligasi, dengan nomor 000008, diterbitkan setelah Perang Dunia Ke II sejalan dengan paket bantuan yang dikenal dengan                   nama Marshall Plan.</p>
<p class="storytext"><!-- end_story -->Marshall plan adalah program pendanaan Amerika Serikat untuk membantu Eropa Barat bangkit setelah konflik tahun 1939-1945                   itu.</p>
<p class="storytext">Tahun 1977 satu surat obligasi lain, dengan nomor 000007, terjual dengan harga delapan ribu poundsterling melalui penjualan                   dibalik layar.<span id="more-107"></span></p>
<p class="storytext"><strong>Kepemilikan individu</strong></p>
<p class="storytext">Penjualan obligasi itu masuk ke dalam Guinness Book of Records sebagai angka obligasi tertinggi yang dimiliki secara individu.</p>
<p class="storytext">Surat obligasi nomor delapan bertanggal 30 Agustus 1948.</p>
<p class="storytext">Dalam surat itu tertera tanda tangan E. E. Bridges, menteri keuangan, di ujung kanan bagian bawah dan surat ini dibatalkan                   lewat cap Bank of England dengan tanggal 6 Oktober 1948.</p>
<p class="storytext">Sebelum lelang, juru bicara rumah lelang Spink mengatakan bahwa surat obligasi bernomor delapan yang dijual oleh kolektor                   surat berharga Inggris, Bill Parkinson, diperkirakan laku dengan harga antara 35 dan 40 ribu Poundsterling</p>
<p class="storytext">Diyakini bahwa surat obligasi bernomor tujuh dan delapan adalah yang masih tersisa dari sembilan surat obligasi yang diterbitkan saat itu.</p>
<p class="storytext">Kesembilan obligasi itu merupakan hadiah untuk menteri keuangan Inggris dan Amerika.</p>
<br />Posted in BBC Indonesia, Membaca, Sejarah, Word News Tagged: Obligasi 1948 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hausbukulibrary.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hausbukulibrary.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hausbukulibrary.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hausbukulibrary.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hausbukulibrary.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hausbukulibrary.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hausbukulibrary.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hausbukulibrary.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hausbukulibrary.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hausbukulibrary.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hausbukulibrary.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hausbukulibrary.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hausbukulibrary.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hausbukulibrary.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=107&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/obligasi-tahun-1948-dilelang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hausbukulibrary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/10/20081002111533_45067947_-203.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Uang kertas 1 Juta Poundsterling</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>India larang merokok di publik</title>
		<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/india-larang-merokok-di-publik/</link>
		<comments>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/india-larang-merokok-di-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 03:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hausbukulibrary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asian News]]></category>
		<category><![CDATA[BBC Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Larang Merokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hausbukulibrary.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : BBC Siaran Indonesia, Diperbaharui pada: 02 Oktober, 2008 &#8211; Published 12:51 GMT Di India setiap tahun 2500 orang meninggal karena merokok Di Connaught Place, pusat perdagangan utama Delhi, jam istirahat makan siang merupakan saat tersibut bagi Bhag Chand Jain. Dia duduk di kios kecil, di depan gedung bertingkat, menjual keripik kentang, minuman soda, <a href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/india-larang-merokok-di-publik/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=105&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber : BBC Siaran Indonesia,<span class="lastupdated"> Diperbaharui pada: </span>02 Oktober, 2008 &#8211; Published 12:51 GMT <!-- end_title --></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="208" align="right">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" border="0" alt="" width="5" height="1" /></td>
<td>
<div><img src="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/10/20081002115224_45069187_indiasmoking6ap_203.jpg" alt="Perokok di India" width="203" height="152" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="caption">Di India setiap tahun 2500 orang meninggal karena merokok</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!-- st_story --></p>
<div class="storytext"><strong>Di Connaught Place, pusat perdagangan utama Delhi, jam istirahat makan siang merupakan saat tersibut bagi Bhag Chand Jain. </strong></div>
<p class="storytext">Dia duduk di kios kecil, di depan gedung bertingkat, menjual keripik kentang, minuman soda, permen, permen karet dan rokok.</p>
<p class="storytext">Pembeli tidak berhenti datang &#8211; kebanyakan membeli sekantung tembakau untuk dikunyah, namun sebagian besar membeli rokok.</p>
<p class="storytext"><!-- end_story -->Para perokok itu menyalakan rokok dengan menggunakan korek yang terikat dengan tali, ujung rokok menyala seperti bara api.</p>
<p class="storytext">Diantara para pembeli itu, tampak dua wanita muda &#8211; mereka menyalakan rokok dan berjalan ke arah gedung kantor mereka yang                   terletak beberapa meter jauhnya.<span id="more-105"></span></p>
<p class="storytext">&#8220;Tolong jangan tulis nama kami. Orang tua kami tidak tahu kami merokok,&#8221; ujar salah satu dari mereka.</p>
<p class="storytext">Gedung kantor mereka baru dinyatakan sebagai zona bebas merokok, langkah yang diambil menjelang pemberlakuan larangan pemerintah                   merokok di tempat-tempat umum mulai tanggal 2 Oktober.</p>
<p class="storytext"><strong>&#8216;Sampah masyarakat&#8217;</strong></p>
<p class="storytext">&#8220;Biasanya kami merokok di tangga. Akhir-akhir ini kami harus keluar gedung untuk mereokok &#8211; kami tidak bisa lagi menyalakannya                   di dalam gedung,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="storytext">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="208" align="right">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" border="0" alt="" width="5" height="1" /></td>
<td>
<div><img src="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/10/20081002115332laun203.jpg" alt="Penjual rokok di India" width="203" height="152" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="caption">Kini merokok di dalam gedung dilarang</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bagi kedua wanita ini, dulu istirahat merokok sangat menyenangkan dan waktu untuk berhubungan dengan kelompok sosial mereka.                   Kini, hal itu sudah berakhir.</p>
<p class="storytext">&#8220;Kami merasa seperti sampah masyarakat sekarang,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="storytext">Sambhav Mahapatra, seorang pegawai bank, menghisap rokoknya dengan nikmat. &#8220;Ini membuang waktu. Dulu saya hanya mengambil                   waktu tiga sampai empat menit untuk merokok. Sekarang 15 sampai 20 menit,&#8221; ujarnya sambil menggerutu.</p>
<p class="storytext">Perasaan jengkel seperti ini yang diharapkan pihak berwenang bisa memenangkan langkah melarang merokok.</p>
<p class="storytext">Para pakar mengatakan, perokok akan merokok lebih sedikit jika mereka tidak bisa melakukannya di dalam gedung saat melakukan                   pertemuan sosial.</p>
<p class="storytext">Departemen kesehatan Inggris mengatakan empat ratus ribu orang berhenti mereokok satu tahun sejak larangan serupa diterapkan                   di negara itu.</p>
<p class="storytext">Menteri Kesehatan India Anbumani Ramadoss mengatakan larangan di India ini akan &#8220;membuat para perokok keberatan, membuat mereka                   berhenti atau setidaknya mengurangi merokok&#8221;.</p>
<p class="storytext">Untuk membantu mereka yang bersedia menghentikan kebiasaan itu, departemen kesehatan mengumumkan rencana mendirikan 100 klinik                   untuk berhenti merokok dalam dua tahun.</p>
<p class="storytext"><strong>&#8216;Kekhawatiran besar&#8217;</strong></p>
<p class="storytext">&#8220;Di India sembilan ratus ribu orang meninggal setiap tahun karena merokok, 2.500 orang setiap bulan dan 102 orang setiap jam. Empat puluh persen kasus penyakit kanker di negara ini disebabkan karena merokok,&#8221; ujar Dr Sajeela Maini, presiden Yayasan Pengawasan Rokok India.</p>
<p class="storytext">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="208" align="right">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" border="0" alt="" width="5" height="1" /></td>
<td>
<div><img src="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/10/20081002115302_45069183_priyanka1_203.jpg" alt="Priyanka Dahiya" width="203" height="152" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="caption">Warga yang tak merokok perlu dilindungi ujar pengacara Priyanka Dahiya</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="storytext">Dr Maini memiliki klinik berhenti merokok di sebuah rumah sakit swasta di Delhi.</p>
<p class="storytext">Dalam satu dekade ini dia telah membantu lima ribu orang dan menjalankan sesi kelompok khusus bagi masyarakat dan juga kelompok                   swasta.</p>
<p class="storytext">&#8220;Pasien saya mulai dari umur 12 sampai 75 tahun, pria dan wanita. Di tingkat awal program saya membantu mereka berhenti merokok,                   di tahap kedua adalah membantu mereka tetap tidak merokok,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="storytext">&#8220;Larangan merokok di tempat umum adalah ide yang bagus, tapi saya khawatir para perokok kini mulai merokok lebih banyak di                   rumah mereka.&#8221;</p>
<p class="storytext">Para pejabat mengatakan tujuan larangan ini adalah melindungi perokok pasif.</p>
<p class="storytext">&#8220;Sekarang, siapa perokok pasif terbesar? Keluarga &#8211; isteri dan anak,&#8221; tambah Dr Maini.</p>
<p class="storytext">Dia juga khawatir para perokok akan berganti menjadi pengunyah tembakau jika tidak bisa merokok di kantor.</p>
<p class="storytext">&#8220;Kita harus melarang semua produksi dan persediaan produk-produk tembakau,&#8221; katanya.</p>
<p class="storytext">Larangan ini membuat para pemilik restoran dan bar di India tidak bisa tidur nyenyak.</p>
<p class="storytext">Surat edaran dari Departemen Kesehatan menyebutkan setiap restoran dan bar dengan kapasitas 30 orang atau lebih bisa memiliki                   zona merokok, tetapi harus tertutup dan terpisah dari zona dilarang merokok.</p>
<p class="storytext"><strong>&#8216;Dampak ke bisnis&#8217;</strong></p>
<p class="storytext">Itu peraturan yang sulit &#8211; sebagian besar restoran dan bar tidak punya tempat untuk membangun zona boleh merokok.</p>
<p class="storytext">Q&#8217;ba, sebuah restoran dan bar di Connaught Place, ramai dengan pelanggan.</p>
<p class="storytext">General manajer Q&#8217;ba, Sunil Tikku, mengatakan dari sekitar 300 orang yang datang setiap hari, sekitar 100 orang adalah perokok.</p>
<p class="storytext">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="208" align="right">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" border="0" alt="" width="5" height="1" /></td>
<td>
<div><img src="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/10/20081002115407_45069180_hookahap_03.jpg" alt="Perokok di India" width="203" height="152" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="caption">Statistik menunjukkan 120 juta orang India merokok</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&#8220;Orang datang untuk makan, minum dan merokok. Mereka kini harus keluar restoran dan merokok di jalanan. Larangan ini pasti                   akan berdampaki pada usaha kami, meski belum tahu besar dampaknya.&#8221; ujar Tikku.</p>
<p class="storytext">Namun pihak berwenang berkeras bahwa bisnis tidak akan terpengaruh karena trend di dunia memperlihatkan bahwa konsumen lebih                   menyukai tempat yang bebas rokok.</p>
<p class="storytext">&#8220;Rokok berbahaya bagi manusia. Dan dengan larangan ini pemerintah bertujuan melindungi hak warga yang tidak merokok,&#8221; Priyanka                   Dahiya, pengacara kelompok anti rokok Delhi, Hriday.</p>
<p class="storytext">&#8220;Saya menderita penyakit asma. Saya tahu rasanya. Banyak wanita yang menderita asma dan penyakit serupa karena suami mereka                   merokok. Dan anak-anak pun terpengaruh. Kita perlu melindungi mereka dari asap rokok,&#8221; katanya.</p>
<p class="storytext">Kubu tidak merokok mengatakan larangan ini memang sudah lama ditunggu-tunggu. Namun, banyak yang memandang peraturan itu tidak                   cukup; yang dibutuhkan adalah penerapannya.</p>
<p class="storytext">India memiliki banyak peraturan yang baik, namun seringkali tidak efektif karena tidak diterapkan secara benar dan tidak ada                   penegakannya.</p>
<br />Posted in Asian News, BBC Indonesia Tagged: Larang Merokok <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hausbukulibrary.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hausbukulibrary.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hausbukulibrary.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hausbukulibrary.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hausbukulibrary.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hausbukulibrary.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hausbukulibrary.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hausbukulibrary.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hausbukulibrary.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hausbukulibrary.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hausbukulibrary.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hausbukulibrary.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hausbukulibrary.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hausbukulibrary.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=105&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/india-larang-merokok-di-publik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hausbukulibrary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/10/20081002115224_45069187_indiasmoking6ap_203.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Perokok di India</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/10/20081002115332laun203.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Penjual rokok di India</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/10/20081002115302_45069183_priyanka1_203.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Priyanka Dahiya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/10/20081002115407_45069180_hookahap_03.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Perokok di India</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Survey &#8216;perang melawan teror&#8217;</title>
		<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/survey-perang-melawan-teror/</link>
		<comments>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/survey-perang-melawan-teror/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 03:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hausbukulibrary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Osama Bin Laden]]></category>
		<category><![CDATA[Teror]]></category>
		<category><![CDATA[Word News]]></category>
		<category><![CDATA[melawan teror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hausbukulibrary.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : BBC Siaran Indonesia, Diperbaharui pada: 29 September, 2008 &#8211; Published 10:53 GMT Sebanyak 24.000 orang di 23 negara menjadi responden Upaya pemimpin Amerika untuk memerangi kelompok al-Qaeda tidak dianggap berhasil, seperti terungkap oleh sebuah jajak pendapat yang dilaksanakan BBC World Service. Sekitar 29% dari yang disurvey mengatakan perang melawan teror yang dilancarkan Presiden <a href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/survey-perang-melawan-teror/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=103&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber : BBC Siaran Indonesia,<span class="lastupdated"> Diperbaharui pada: </span>29 September, 2008 &#8211; Published 10:53 GMT</p>
<p><!-- end_title --></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="208" align="right">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" border="0" alt="" width="5" height="1" /></td>
<td>
<div><img src="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2007/01/20070129153046osama.jpg" alt="Osama bin Laden" width="203" height="152" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="caption">Sebanyak 24.000 orang di 23 negara menjadi responden</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!-- st_story --></p>
<div class="storytext"><strong>Upaya pemimpin Amerika untuk memerangi kelompok al-Qaeda tidak dianggap berhasil, seperti terungkap oleh sebuah jajak pendapat                      yang dilaksanakan BBC World Service. </strong></div>
<p class="storytext">Sekitar 29% dari yang disurvey mengatakan perang melawan teror yang dilancarkan Presiden George Bush pada Tahun 2001 tidak                   mempunyai pengaruh atas jaringan militan Islam itu.</p>
<p class="storytext">Bahkan 30% diantaranya mengatakan kebijakan Amerika Serikat justru malah memperkuat al-Qaeda.</p>
<p class="storytext"><!-- end_story -->Pada pertanyaan tentang siapa yang menang dalam &#8216;konflik antara al-Qaeda dan Amerika Serikat&#8217; sekitar 49% berpendapat tidak                   satu pihakpun yang menang.<span id="more-103"></span></p>
<p class="storytext">Namun 22% mengatakan Amerika Serikat lebih unggul, dan hanya 10% yang berpendapat al-Qaeda sebagai pihak yang menang.</p>
<p class="storytext">Pengamat pertahanan BBC, Rob Watson, mengatakan hasil survey itu secara umum menggambarkan bahwa pandangan di seluruh dunia                   adalah perang melawan teror telah menghasilkan kebuntuan.</p>
<p class="storytext"><strong>Tidak didukung</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="208" align="right">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" bgcolor="#ffffff"><img src="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" border="0" alt="" width="5" height="1" /></td>
<td>
<div><img src="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/01/20080122063854militants_203.jpg" alt="al-Qaeda dan Taliban" width="203" height="152" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="caption">Sebanyak 49% berpendapat tidak ada yang menang</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="storytext">Pertanyaan lain yang diajukan dalam survey itu adakah; &#8216;Apakah menurut anda hal yang disebut AS sebagai perang melawan teror                   telah memperkuat al-Qaeda, memperlemah atau tidak ada pengaruhnya?&#8217;</p>
<p class="storytext">Hanya 22% yang mengatakan tindakan AS telah membuat organisasi militan itu melemah, namun di kalangan warga yang disurvey                   di Amerika Serikat angkanya lebih tinggi, yaitu 34%.</p>
<p class="storytext">Rob Watson juga mengatakan berdasarkan hasil survey ini ada alasan untuk kuatir atas pemerintah Mesir dan Pakistan.</p>
<p class="storytext">Soalnya sekitar 60% warga Mesir berpendapat pandangan mereka atas al-Qaeda adalah positif atau tidak pasti ketika ditanyakan                   perasaan atas al-Qaeda.</p>
<p class="storytext">Para pengamat mengatakan kelompok Al-Qaeda hingga saat ini antara lain masih dipimpin oleh warga asal Mesir.</p>
<p class="storytext">Sementara di Pakistan &#8211;tempat dilancarkannnya sejumlah operasi atas al-Qaeda&#8212; hanya 19% yang berpandangan negatif atas                   kelompok Osama bin Laden tersebut.</p>
<p class="storytext">Doug Miller, dari perusahaan jajak pendapat Globescan, mengatakan temuan dari Mesir dan Pakistan itu lagi-lagi menggambarkan                   bahwa perang melawan teror yang dilancarkan Amerika Serikat tidak mendapat dukungan.</p>
<p class="storytext">Dalam survey yang dilakukan BBC World Service antara tanggal 8 Juli hingga 12 September, ditetapkam 24.000 orang sebagai responden yang tinggal di 23 negara di 5 benua.</p>
<br />Posted in Islam, Osama Bin Laden, Teror, Word News Tagged: melawan teror <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hausbukulibrary.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hausbukulibrary.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hausbukulibrary.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hausbukulibrary.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hausbukulibrary.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hausbukulibrary.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hausbukulibrary.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hausbukulibrary.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hausbukulibrary.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hausbukulibrary.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hausbukulibrary.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hausbukulibrary.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hausbukulibrary.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hausbukulibrary.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=103&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/survey-perang-melawan-teror/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hausbukulibrary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2007/01/20070129153046osama.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Osama bin Laden</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/f/t.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/worldservice/images/2008/01/20080122063854militants_203.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">al-Qaeda dan Taliban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>US approves Indian nuclear deal</title>
		<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/us-approves-indian-nuclear-deal/</link>
		<comments>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/us-approves-indian-nuclear-deal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 02:26:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hausbukulibrary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asian News]]></category>
		<category><![CDATA[Nuclear]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Indian nuclear]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hausbukulibrary.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : BBC News, South Asia, Page last updated at 00:55 GMT, Thursday, 2 October 2008 01:55 UK The deal would give India access to US civilian nuclear technology The US Senate has approved a nuclear deal with India, ending a three-decade ban on US nuclear trade with Delhi. The 86-13 vote was the last <a href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/us-approves-indian-nuclear-deal/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=100&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mxb">Sumber : BBC News, South Asia,<span class="lu"> Page last updated at </span>00:55 GMT, Thursday, 2 October 2008 01:55 UK</div>
<p><!-- S BO --> <!-- S IIMA --></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="226" align="right">
<tbody>
<tr>
<td>
<div><img src="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/44832000/jpg/_44832550_indianuclearstation226ind.jpg" border="0" alt="India's Bhabha Atomic Research Centre, located 30km from Mumbai (Bombay)" hspace="0" vspace="0" width="226" height="170" /></p>
<div class="cap">The deal would give India access to US civilian nuclear technology</div>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!-- E IIMA --> <!-- S SF --></p>
<p class="first"><strong>The US Senate has approved a nuclear deal with India, ending a three-decade ban on US nuclear trade with Delhi.</strong></p>
<p>The 86-13 vote was the last legislative hurdle in a process that began when an agreement was reached in 2005.</p>
<p>The deal will give India access to US civilian nuclear technology and fuel in return for inspections of its civilian, but not military, nuclear facilities.</p>
<p>India says the accord is vital to meet its rising energy needs. Critics say it creates a dangerous precedent. <!-- E SF --></p>
<p>They say it effectively allows India to expand its nuclear power industry without requiring it to sign the Non-Proliferation Treaty (NPT) as other nations must.<span id="more-100"></span></p>
<p>The US restricted nuclear co-operation with India after it tested a nuclear weapon in 1974.</p>
<p><strong>&#8216;Bipartisan support&#8217;</strong></p>
<p>The US House of Representatives passed the agreement on Saturday, and the Senate&#8217;s vote now means President Bush can sign it into law.</p>
<br />Posted in Asian News, Nuclear, Politik, Uncategorized Tagged: Indian nuclear <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hausbukulibrary.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hausbukulibrary.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hausbukulibrary.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hausbukulibrary.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hausbukulibrary.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hausbukulibrary.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hausbukulibrary.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hausbukulibrary.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hausbukulibrary.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hausbukulibrary.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hausbukulibrary.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hausbukulibrary.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hausbukulibrary.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hausbukulibrary.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=100&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/us-approves-indian-nuclear-deal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hausbukulibrary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/44832000/jpg/_44832550_indianuclearstation226ind.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">India's Bhabha Atomic Research Centre, located 30km from Mumbai (Bombay)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bush touts Iraq troop reduction, not big picture</title>
		<link>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/bush-touts-iraq-troop-reduction-not-big-picture/</link>
		<comments>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/bush-touts-iraq-troop-reduction-not-big-picture/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 02:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hausbukulibrary</dc:creator>
				<category><![CDATA[George W. Bush]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Word News]]></category>
		<category><![CDATA[Afghanistan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hausbukulibrary.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : Yahoo! News via Yahoo! Alerts, By DEB RIECHMANN, Associated Press Writer Wed Sep 10, 12:52 AM ET WASHINGTON &#8211; President Bush boasts that he&#8217;s bringing 8,000 troops home from Iraq by February. What he doesn&#8217;t say is he&#8217;ll leave office with more troops there than before last year&#8217;s big military buildup and few <a href="http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/bush-touts-iraq-troop-reduction-not-big-picture/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=95&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="storyhdr">Sumber : Yahoo! News via Yahoo! Alerts<span>, By DEB RIECHMANN, Associated Press Writer </span> <em class="timedate">Wed Sep 10, 12:52 AM ET</em></div>
<p><!-- end storyhdr --><a href="http://hausbukulibrary.files.wordpress.com/2008/10/capt6ea9f933cdf84467ab4677336ecc8dc1bush_us_iraq_dcsa105_bush.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-96" title="Bush US Iraq" src="http://hausbukulibrary.files.wordpress.com/2008/10/capt6ea9f933cdf84467ab4677336ecc8dc1bush_us_iraq_dcsa105_bush.jpg?w=179&#038;h=122" alt="" width="179" height="122" /></a> WASHINGTON &#8211; <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">President Bush</span> boasts that he&#8217;s bringing 8,000 troops home from <span class="yshortcuts">Iraq</span> by February. What he doesn&#8217;t say is he&#8217;ll leave office with more troops there than before last year&#8217;s big military buildup and few options for shoring up the force in increasingly violent <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Afghanistan</span>.                                                 <!-- SpaceID=83018502 loc=LREC noad --></p>
<p>The bottom line of Bush&#8217;s troop announcement on Tuesday is that the U.S. military footprint in Iraq largely will stay intact for the rest of the year when he&#8217;ll pass command of the wars to his successor. Bush is sending more troops to Afghanistan, but Democrats say it&#8217;s not enough.<span id="more-95"></span></p>
<p>Bush chose the measured drawdown in Iraq because he didn&#8217;t want to jeopardize recent security gains. He sent in 30,000 extra troops last year to buy time for political and economic progress in Iraq, which has been slow to materialize. Military commanders tell Bush there appears to be a &#8220;degree of durability&#8221; to the security gains, but progress in Iraq remains fragile and reversible.</p>
<p>In a speech at the <span class="yshortcuts" style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">National Defense University</span>, Bush emphasized the positive:</p>
<p>&#8220;While the enemy in Iraq is dangerous, we have seized the offensive. Iraqi forces are becoming increasingly capable of leading and winning the fight. As a result, we&#8217;ve been able to carry out a policy of return on success — reducing American <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">combat forces</span> in Iraq as conditions on the ground continue to improve.&#8221;</p>
<p>On Wednesday, Bush is meeting in the <span class="yshortcuts" style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Oval Office</span> with <span class="yshortcuts" style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Iraqi President Jalal Talabani</span>. Tuesday afternoon, he visited severely wounded troops at <span class="yshortcuts">Walter Reed Army Medical Center</span>, seeing, face-to-face, the human consequences of war.</p>
<p>&#8220;On the one hand you see the <span class="yshortcuts">horrors of war</span>,&#8221; he said after spending an hour with wounded soldiers. &#8220;And on the other hand you see the courage of the people who have volunteered to serve.&#8221;</p>
<p>Bush advisers said U.S. troop withdrawals were possible because of clear, undeniable progress on the security front, paving the way for other nations to pull out their troops too. They said the 30-member coalition with forces in Iraq would shrink to a handful in the next 90 days. They&#8217;re leaving it to the Iraqi government to announce who&#8217;s staying and who&#8217;s going.</p>
<p>The U.S. troop reductions, however, were smaller than expected. In short, the war is requiring more <span class="yshortcuts">troops in Iraq</span> than people thought would be needed at this juncture. When you do the math, the 138,000 troops who will remain in Iraq as the Bush presidency comes to a close is higher than the 135,000 who were there before the troop buildup.</p>
<p>Too many wild cards remain: Al-Qaida in Iraq is down but not out. <span class="yshortcuts">Iran</span> is not playing the active role it once did in supporting instability in Iraq, but that could be temporary. Provincial elections are expected by year&#8217;s end, but no date has been set and Iraqi Shiites, Kurds and <span class="yshortcuts">Sunnis</span> have a ways to go before they reach power-sharing agreement.</p>
<p>The Sons of Iraq — former insurgents, ex-<span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Saddam Hussein</span> loyalists and other Sunnis who joined up with the U.S. to fight al-Qaida — helped reduce violence. But <span class="yshortcuts">Nouri al-Maliki</span>&#8216;s Shiite-led government remains wary of the group, worried that these armed militias might decide to turn their guns on the Shiite majority someday.</p>
<p>&#8220;We&#8217;re playing it safe in Iraq,&#8221; said Samuel Brannen, deputy director of the security program at the Center for Strategic and International Studies and staff member of an independent commission on Iraq headed by <span class="yshortcuts">retired Marine Corps</span> Gen. James Jones. &#8220;We&#8217;re consolidating security gains, but the political gains haven&#8217;t followed. We still don&#8217;t have a plan to get out of Iraq.&#8221;</p>
<p>Democrats seized the opportunity to denounce the president&#8217;s action, but his decision will not likely do much to change debate about the Iraq issue in the presidential campaign.</p>
<p><span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Senate Majority Leader Harry Reid</span>, D-Nev., said he was &#8220;stunned&#8221; that Bush wasn&#8217;t bringing home more troops from Iraq and was sending so few to <span class="yshortcuts" style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Afghanistan</span>. <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">House Speaker Nancy Pelosi</span>, D-Calif., said the continued heavy commitment of U.S. forces is hampering the U.S. ability to fight the &#8220;real war against terrorism&#8221; in Afghanistan.</p>
<p><span class="yshortcuts">Democratic presidential nominee</span> <span class="yshortcuts">Barack Obama</span>, who has vowed to pull all the troops from Iraq within 16 months of taking office, said Bush was just &#8220;tinkering around the edges&#8221; of <span class="yshortcuts">military deployments</span> and &#8220;kicking the can down the road to the next president&#8221; who will &#8220;inherit a status quo that is still unstable.&#8221;</p>
<p>GOP nominee <span class="yshortcuts">John McCain</span> countered, saying Bush&#8217;s actions demonstrated &#8220;what success in our efforts there can look like.&#8221; Calling Obama&#8217;s Iraq strategy reckless, McCain said, &#8220;<span class="yshortcuts">Sen. Obama</span> believes we must lose in Iraq to win in Afghanistan.&#8221;</p>
<p>Bush spent more than half his speech on Afghanistan. The troop increase in Afghanistan will be very small. Two Marine units are leaving in November, to be replaced by the Marine battalion Bush mentioned in his speech — meaning the number of combat troops in Afghanistan would actually fall this year.</p>
<p>The arrival of the Army brigade in Afghanistan in January will mean a net increase of combat troops, but of only 1,000 to 1,200 troops, plus however many support troops are sent along with it.</p>
<p>The <span class="yshortcuts">Bush administration</span> doesn&#8217;t see the situation in Afghanistan as spiraling out of control, said a <span class="yshortcuts">senior administration official</span> who briefed <span class="yshortcuts">White House</span> reporters about Bush&#8217;s announcement. He said if the situation in Afghanistan becomes more critical, the U.S. could return to 15-month deployments, mobilize more reserve units, shift <span class="yshortcuts">military assets</span> from one theater to another or increase nonmilitary support, which the administration already is doing.</p>
<p>He described the extra troops being sent to Afghanistan as a &#8220;down payment,&#8221; leaving open the possibility that additional troops or equipment could be deployed there, though maybe not before Bush leaves office.</p>
<p>___</p>
<p>EDITOR&#8217;S NOTE — Deb Riechmann covers the White House for The Associated Press</p>
<br />Posted in George W. Bush, Politik, Word News Tagged: Afghanistan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hausbukulibrary.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hausbukulibrary.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hausbukulibrary.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hausbukulibrary.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hausbukulibrary.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hausbukulibrary.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hausbukulibrary.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hausbukulibrary.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hausbukulibrary.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hausbukulibrary.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hausbukulibrary.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hausbukulibrary.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hausbukulibrary.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hausbukulibrary.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hausbukulibrary.wordpress.com&amp;blog=4433552&amp;post=95&amp;subd=hausbukulibrary&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hausbukulibrary.wordpress.com/2008/10/03/bush-touts-iraq-troop-reduction-not-big-picture/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hausbukulibrary</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hausbukulibrary.files.wordpress.com/2008/10/capt6ea9f933cdf84467ab4677336ecc8dc1bush_us_iraq_dcsa105_bush.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bush US Iraq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
