Sumber : BBC Siaran Indonesia via Email Berlangganan,19/09/2009

mogadishu
Banyak sekolah masih beroperasi walau terjadi peperangan.

Kelompok Islamis al Shahab di Somalia melarang penggunaan buku sekolah yang tidak Islami dari PBB.

Sheikh Ali Mohamud Rage yang menjadi juru bicara al Shahabmenyeru kepada warga Somali untuk tidak mengirim anak mereka ke sekolah-sekolah yang menggunakan buku tersebut.

Wartawan BBC di Mogadishu mengatakan walau perang terjadi di negara itu, banyak sekolah masih berjalan dan kebanyakan menggunakan buku PBB.

Kelompok-kelompok Islamis beraliran ekstrim menguasai sebagian wilayah Somalia selatan.

Wilayah pemerintah Somalia yang didukung PBB hanya berkisar di sebagian Mogadishu.

”Beberapa badan PBB seperti Unesco menyebar buku pelajaran kesekolah-sekolah dan mengajarkan berbagai hal yang tidak Islami,” kata Rage disebuah acara wisuda sekolah studi al Quran, demikian lapor kantor berita Reuters.

”Saya meminta semua orang tua Somalia untuk tidak mengirim anak mereka ke sekolah dengan kurikulum dukungan PBB.”

Wartawan BBC, Mohammed Olad Hassan, di Mogadishu menggarisbawahi bahwa belum jelas apakah para pemimpin al-Shabab menyetujui pandangan Rage tersebut.

Dikatakan bahwa banyak sekolah menggunakan buku pelajaran dari Arab Saudi.

Al Shahab berulang kali dituduh mempunyai hubungan dengan Al Qaida.

Pada hari Kamis mereka melakukan pemboman bunuh diri yang menewaskan 17 anggota pasukan perdamaian Uni Afrika di Mogadishu.

Somalia sudah tidak mempunyai pemerintahan nasional efektif sejak tahun 1991.

Perang selama bertahun-tahun dan anarki membuat tiga juta orang, atau separuh dari populasi, memerlukan bantuan pangan

Iklan