India larang merokok di publik

Tinggalkan komentar

Sumber : BBC Siaran Indonesia, Diperbaharui pada: 02 Oktober, 2008 – Published 12:51 GMT

Perokok di India
Di India setiap tahun 2500 orang meninggal karena merokok

Di Connaught Place, pusat perdagangan utama Delhi, jam istirahat makan siang merupakan saat tersibut bagi Bhag Chand Jain.

Dia duduk di kios kecil, di depan gedung bertingkat, menjual keripik kentang, minuman soda, permen, permen karet dan rokok.

Pembeli tidak berhenti datang – kebanyakan membeli sekantung tembakau untuk dikunyah, namun sebagian besar membeli rokok.

Para perokok itu menyalakan rokok dengan menggunakan korek yang terikat dengan tali, ujung rokok menyala seperti bara api.

Diantara para pembeli itu, tampak dua wanita muda – mereka menyalakan rokok dan berjalan ke arah gedung kantor mereka yang terletak beberapa meter jauhnya. Lagi

Iklan

US approves Indian nuclear deal

Tinggalkan komentar

Sumber : BBC News, South Asia, Page last updated at 00:55 GMT, Thursday, 2 October 2008 01:55 UK

India's Bhabha Atomic Research Centre, located 30km from Mumbai (Bombay)

The deal would give India access to US civilian nuclear technology

The US Senate has approved a nuclear deal with India, ending a three-decade ban on US nuclear trade with Delhi.

The 86-13 vote was the last legislative hurdle in a process that began when an agreement was reached in 2005.

The deal will give India access to US civilian nuclear technology and fuel in return for inspections of its civilian, but not military, nuclear facilities.

India says the accord is vital to meet its rising energy needs. Critics say it creates a dangerous precedent.

They say it effectively allows India to expand its nuclear power industry without requiring it to sign the Non-Proliferation Treaty (NPT) as other nations must. Lagi